Showing posts with label Kisah Para Ulama Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Kisah Para Ulama Indonesia. Show all posts

Monday, January 5, 2015

Syech Mansyurudin Cikaduwen banten ( Ulama dan Pendekar Banten )

Syech Mansyurudin Cikaduwen banten ( Ulama dan Pendekar Banten )


                                                                batu Quran banten
          Saya pernah beberapa kali ziarah ke maqom Syech Mansyurudin cikaduwen Banten, ada satu tempat yang menarik hati saya yaitu sebuah batu besar yang bertuliskan Alquran , orang menamai tempat tersebut dengan Batu quran . Hal yang saya dengar tentang batu quran tersebut timbul karena Syech mansyurudin seorang ulama min auliyaillah pada waktu berada di Mekkah menyelam  di sumur Zam-zam dan timbul di suatu mata air yang terdapat didaerah cibulakan banten , mata air tersebut memancur sangat deras lalu Syech Mansyurudin mengambil Alquran untuk menghentikan laju mata air yang memancur deras tersebut  hingga akhirnya pancuran air tersebut dapat dihentikan  dan Alquran tersebut berubah menjadi sebuah batu  , lalu syech mansyurudin  mengukir batu tersebut dengan jari telunjuknya.

SYECH YUSUF AL MAKASSARI TOKOH ULAMA TASAWUF DAN PEJUANG

SYECH YUSUF AL MAKASSARI TOKOH ULAMA TASAWUF DAN PEJUANG


sekh-yusuf
Cikal bakal pendekar pendekar Banten yang terkenal sakti tak lepas dari upaya Syech Yusuf al makasari. Ulama kelahiran Bugis Makasar ini lama menetap di Banten dan menjadi Kaki tangan Sultan Ageng Tirtayasa berjuang bersama dalam mensyiarkan Islam dan melawan Penjajahan belanda. Sekitar tahun 1670 sekembalinya dari timur tengah Syech Yusuf al makasari tinggal di banten dan menikah dengan Putri Sultan Ageng Tirtayasa. Kedalaman ilmu yang dimiliki Syeck Yusuf menjadikan Beliu begitu cepat terkenal dan menjadikan Banten sebagai Pusat pendidikan Islam. Banyak Murid murid yang berdatangan dari berbagai penjuru negri untuk belajar kepada Syech Yusuf . Disamping mengajarkan tentang ilmu-ilmu syariat beliau juga mengajarkan ilmu beladiri untuk berjuang bersama melawan penjajah Belanda.
Putra Bugis sulawesi lahir di tallo 13 jui 1627 ,Ayahnya bernama Abdulloh dan ibunya bernama Aminah, sejak kecil di didik dalam lingkungan yang islami belajar kepada ulama-ulama setempat namun yang menarik perhatiaannya adalah kecintaannya untuk memperdalam ilmu tasawuf. Menginjak remaja beliau belajar kepada seorang ulama terkenal di Makasar bernama Syech Jalaludin al aidit. Tahun 1644 Syech yusuf dengan menumpang kapal melayu belayar menuju Timur tengah untuk memperdalam ilmu-ilmu agama. Di Damaskus beliau berguru kepada Syech Abu al barkah dan gurunya tersebut yang memberi nama  syech yusup dengan “Al makasari” serta memberikan ijazah Tarekat Khalwati kepadanya. DI samping belajar syech yusul al makasri juga mengajar di Mekkah kepada santri-santri yang berasal dari indonesia . Konsep tasawuf yang di ajarkan Syech Yusuf tentang Pemurnian kepercayaan pada keesaan Tuhan sangat menarik minat pelajar-pelajar yang berada di Mekkah . Menurut Syech Yusuf bahwa Tauhid adalah komponen penting dalam ajaran Islam maka bagi yang tidak percaya tentang tauhid dikategorikan sebagai kafir. Hakekat Tuhan sendiri menurut Syech Yusuf adalah kesatuan dari sifat-sifat yang saling bertentangan  dan tak seorangpun dapat memahami  Sirr ( rahasia) kecuali mereka yang telah di beri Kasyaf oleh Tuhan. Beliau menegaskan bahwa seseorang yang mengamalkan Syariat itu lebih baik daripada orang yang mengamalkan Tasawuf  tapi mengabaikan ajaran Hukum Islam.
Selama Menetap di banten Syech Yusuf al makassari menjabat sebagai Penasehat Spritual Sultan Ageng Tirtayasa, pengaruhnya terhadap masyarakat banten untuk melawan Penjajah Belanda sangat ditakutkan oleh belanda, apalagi Murid -murid Syech yusuf Al makassari terkenal sebagai pendekar pendekar Banten yang kebal terhadap Senjata membuat Pasukan Belanda kalang kabut. Maka tehnik licik belandapun dilakukannya dengan memecah belah serta mengadu domba terhadap keluarga Sultan. Hasutan-hasutan Belanda terhadap putra Sultan Ageng tirtayasa yang bernama Sultan Haji rupanya telah berhasil. Dengan dukungan militer Belanda Sultan Haji Putra Sultan Ageng bertempur dengan Ayahnya Sendiri Sultan Ageng Tirtayasa. Dalam pertempuran tersebut Syech Yusuf di tawan Belanda dan diasingkan ke Pulau Ceylon ( srilangka) . Di pengasingannya beliu bertemu dengan Ulama Sri langkah bernama Syech Ibrahim bin mi’an dan sering mengadakan diskusi kegamaan dan majlis ta’lim . Pembahasan tentang konsep Tasawuf yang diajarkan oleh Syech Yusuf sangat menarik minta para ulama serta jama’ah setempat dan mereka meminta kepada Syech Yusuf untuk membuat sebuah Kitab tentang Tasawuf. Dan Syech yusufpun akhirnya mengarang Kitab tentang Konsep tawasuf yang berjudul “kaypiyyah At tasawuf”. Rupanya Belanda tak mau kecolongan lagi dengan pengaruh – pengaruh Syech Yusuf sehingga  Syech yusufpun kembali di asingkan ke Afrika Selatan  sampai akhir hayatnya. Syech yusuf al makassari wafat tahun 1699 dalam usia 72 tahun dan di makamkan di Afrika selatan. Dan yang menarik adalah sekitar tahun 1705 kerangka Syech yusuf Al makassari yang di makamkan di afrika selatan di pindahkan oleh murid-murid beliau ke Tanah kelahirannya di Sulawesi selatan.

KH.ASNAWI CARINGIN ( ULAMA DAN PENDEKAR BANTEN )

KH.ASNAWI CARINGIN ( ULAMA DAN PENDEKAR BANTEN )

Saya teringat sekitar tahun 1992 , ketika masih di bangku Madarasah Aliyah mengadakan Tour Ziarah keliling Banten ke maqom para Auliya . Ada satu tempat yang sangat menarik yang saya kunjungi di suatu kampung bernama Caringin kecamatan Labuan Pandegalang Banten. Kampung Caringin dengan pesona Laut yang sangat mempesona diambil dari kata “beringin” yang artinya “pohon teduh yang Rindang  disana terdapat Maqom Auliyaillah seorang ulama pejuang bernama KH.ASNAWI yang orang kampung biasa memanggil dengan sebutan “mama Asnawi”  yang telah mengayomi masyarakat yang dianalogikan sebagai pohon beringin .
kh.Asnawi Caringin BantenKH.ASNAWI CARINGIN BANTEN

SYEIKH NAWAWI AL BANTANI (GURU KYIAI INDONESIA)

SYECK NAWAWI AL BANTANI (GURU KYIAI INDONESIA)

Entah sekitar tahun berapa saya kurang ingat, waktu itu saya masih bersekolah di madrasah aliyah bersama dengan ustadz dan teman-teman yang lain saya berkunjung ke Pulau cangkir di tanara kurang lebih 20 km dari kota Serang Banten. Pantai yang masih alami dan terdapat banyak batu-batu karang, tak jauh dari sana ada Maqom Seorang ulama besar Yaitu Syeck Nawawi al bantani, namun keberadaan maqom tersebut masih simpang siur ada yang berpendapat bahwa maqom tersebut adalah maqom syech nawawi tapi ada lagi yang berpendapat bahwa itu hanya patilasan dari Syech Nawawi. Hingga kini maqom atau patilasan tersebut selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah terutama pada tanggal 25 syawal. Siapakah Syech Nawawi Al bantani ?
syech nawawi al bantani
SYECK NAWAWI AL BANTANI (GURU KYIAI INDONESIA)

KH.HAMIM DJAZULI (GUS MIEK KYAI NYELENEH)

KH.HAMIM DJAZULI (GUS MIEK)
KH Hamim Tohari Djazuli atau akrab dengan panggilan Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940,beliau adalah putra KH. Jazuli Utsman (seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri pon-pes Al Falah mojo Kediri),Gus Miek salah-satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pejuang Islam yang masyhur di tanah Jawa dan memiliki ikatan darah kuat dengan berbagai tokoh Islam ternama, khususnya di Jawa Timur. Maka wajar, jika Gus Miek dikatakan pejuang agama yang tangguh dan memiliki kemampuan yang terkadang sulit dijangkau akal. Selain menjadi pejuang Islam yang gigih, dan pengikut hukum agama yang setia dan patuh, Gus Miek memiliki spritualitas atau derajat kerohanian yang memperkaya sikap, taat, dan patuh terhadap Tuhan. Namun, Gus Miek tidak melupakan kepentingan manusia atau intraksi sosial (hablum minallah wa hablum minannas). Hal itu dilakukan karena Gus Miek mempunyai hubungan dan pergaulan yang erat dengan (alm) KH. Hamid Pasuruan, dan KH. Achmad Siddiq, serta melalui keterikatannya pada ritual ”dzikrul ghafilin” (pengingat mereka yang lupa). Gerakan-gerakan spritual Gus Miek inilah, telah menjadi budaya di kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU), seperti melakukan ziarah ke makam-makam para wali yang ada di Jawa maupun di luar Jawa.Hal terpenting lain untuk diketahui juga bahwa amalan Gus Miek sangatlah sederhana dalam praktiknya. Juga sangat sederhana dalam menjanjikan apa yang hendak didapat oleh para pengamalnya, yakni berkumpul dengan para wali dan orang-orang saleh, baik di dunia maupun akhirat.

AL HAFIDZ AL HABIB ABDULLOH BIN ABDUL QODIR BILFAQIH( MALANG JAWA TIMUR)

                                                           AL MUSNID AL HABIB ABDULLOH BIN ABDUL QODIR BIL FAQIH
Sewaktu saya sekolah di Madrasah Aliyah Assalamiyyah serang banten, Saya pernah mendengar Tentang Seorang ulama ahli hadist dan waliyulloh dari Malang Jawa timur dan kebetulan guru saya Almarhum Ustadz Bahrudin adalah Alummni dari pon-pes Darul hadist al faqihiiyah dan digembleng langsung oleh Samahat al Hafidz Habib Abdulloh Bin al habr habib Abdul qodir bil faqih.
AL HAFIDZ ALHABIB ABDULLOH BIN ABDUL QODIR BIL FAQIH

KH.ZAINUDDIN BIN ABDUL MADJID ( SOSOK ULAMA KARISMATIK DARI LOMBOK)

KH.ZAINUDDIN BIN ABDUL MADJID ( SOSOK ULAMA KARISMATIK DARI LOMBOK)

tuang-guru-haji-muhammad-zainuddin-abdul-majid
Beliau adalah sosok ulama karismatik yang berasal dari Indonesia bagian timur. Kedalaman ilmu yang dimilikinya menjadikannya beliau sosok ulama yang cukup di segani dan termasyhur serta menjadi kebanggaan indonesia bahkan dunia. Ulama Ahli Hadist Mekkah Habib Muhammad Alwi al maliki bahkan pernah mengatakan ” Tidak ada para ulama dan Pelajar  di Mekkah yang tidak mengenal Syech Zainuddin , beliau adalah ulama besar yang memiliki segudang ilmu bukan hanya milik bangsa Indonesia tapi milik umat islam sedunia. Ucapan Habib Muhamad alwi almaliki tersebut bukan tanpa alasan. Sosok Zainuddin bin Abdul madjid sudah terkenal memiliki kecerdasan yang luar biasa sejak usia remaja. Para guru-gurunya pun mengakui kelebihan yang dimiliki oleh Zainuudin.

KH.MOENAWIR (AHLI QURAN PENDIRI PON-PES KRAPYAK JOGJAKARTA)

KH.MOENAWIR (AHLI QURAN PENDIRI PON-PES KRAPYAK JOGJAKARTA)

Siapa yang tak kenal dengan pondok pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta yang telah banyak melahirkan ulama-ulama ahli quran terkemuka. Semula pesantren yang didirikan sekitar tahun 1909 oleh kh Moenawir hanya dihuni 10 santri , kini pesantren krapyak berkembang pesat dengan jumlah santri yang mencapai ratusan. Sosok Kh Moenawir atau yang akrab dipanggil Mbah Moenawir merupakan sosok ulama yang oleh Rosululloh saw disebut Sebagai “Keluarga Alloh” atau “waliyulloh”, karena kemampuannya sebagai ahlul qur’an ( penghapal qur’an dan mengamalkan kandungan alqur’an)
Para Ulama peserta Mukta’mar Di Pon-pes Munawir Krapyak Jogja 
peserta muktamar NU DI PONPES MUNAWIR KRAPYAK JOGJAKARTA
Sejak usia 10 tahun Kh Moenawir telah Hapal Quran 30 Juz dan Beliau gemar sekali menghatamkan alquran , beliau dikirim ayahnya KH.Abdul Rosyad untuk belajar kepada seorang Ulama terkemuka di Bangkalan Madura KH.Muhammad Kholil , Bakat kepasihan Mbah Moenawir dalam Pembacaan Alquran memberikan kesan tersendiri dihati Gurunya (Kh.Muhammad Kholil ) dan suatu ketika gurunya menyuruh Kh Moenawir untuk menjadi imam Sholat sedangkan Gurunya Kh Kholil menjadi Mak’mum.

KH.MOC TIDJANI DJAUHARI (TOKOH ULAMA INTELEKTUAL MADURA)

KH.MOC TIDJANI DJAUHARI (TOKOH ULAMA INTELEKTUAL MADURA)

Pengasuh Pondok Pesantren Moderen Al Amien Sumenep Madura Kh.Tidjani Djauhari lahir di Prenduan, Oktober 1945 Ayah beliu juga seorang ulama terkemuka bernama KH Achmad Djauhari Chotib ibunya bernama Nyai maryam Abdullah. Sejak Kecil Kh Tidjani mendapat gembelengan dan tempaan ilmu dari Ayahnya yang memang seorang ulama . Ayahnya mengirim beliau untuk menimba diberbagai pondok- pesanten diantaranya di Gontor Jawa Timur di bawah asuhan KH Zarkasyi. Kecerdarsan Kh Tidjani dalam menimba ilmu digontor telah membuat simpatik Gurunya hingga akhirnya menikahkan Kh Tidjani dengan Putrinya . Selepas digontor Kh Tidjani meningalkan Tanah air untuk melanjutkan studi di timur tengah di Jamiat Islamiyah Madinah dan Jamiat Malik Abdul aziz Mekkah hingga memperoleh gelar S2 , selama di timur tengah Kh Tidjani di percaya menjadi sekjen Rabithoh A’lam islami dan sering memberikan seminar serta diskusi -diskusi internasional keberbagai negara seperti Pakistan, Maroko , malaysia madinah dll.

KH.ABDUL WAHAB HASBULLOH ( ULAMA TRADISIONAL YANG MODERNIS)

KH.ABDUL WAHAB HASBULLOH ( ULAMA TRADISIONAL YANG MODERNIS)

Tahun 2003 ketika saya menghadiri Haul akbar Maha guru Pon-pes darul hadist al Faqihiyyah malang Jawa timur, saya sempat berkunjung ke salah seorang kerabat istri saya di Tambak beras Jombang bernama Nyai fatimah bin Kh Usman Abidin yang suaminya bernama KH Hasib Hasbulloh yang akrab di panggil Gus Hasib. Ayahnya  seorang Ulama besar di jawa timur dan menjadi salah satu penggerak dan pendiri Nahdlatul U’lama ( NU ). Beliau bernama Kh.Abdul Wahab Hasbulloh yang dilahirkan di desa tambak beras Jombang bulan maret tahun 1888 M . Sejak kecil Beliau menerima pelajaran dasar-dasar agama Islam dari ayahnya K.Hasbulloh , menginjak usia 13 tahun beliau melanjutkan ke Pondok pesantren Langitan Tuban,  Pondok Mojosari Nganjuk, Pondok pesantren Tawang sari sepanjang kemudian melanjutkan ke pondok KH.Muhammad Kholil Bangkalan Madura setelah itu melanjutkan ke Pondok pesantren Tebuireng Jombang.
khbisri-syansuri-dan-kh-abdul-wahab-chasbullohKh.Abdul wahab hasbulloh ( kanan) dan Kh,Bisri samsuri

KH.ISHOMUDDIN HADZIK (GUS ISHOM)

KH.ISHOMUDDIN HADZIK (GUS ISHOM)

Muhammad Ishomuddin Hadzik atau yang biasa di panggil Gus Ishom merupakan cucu Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dari pasangan Chodidjah Hasyim – Muhammad Hadzik Mahbub. Lahir di Kediri, 18 Juli 1965, sejak kecil telah menunjukkan bakat yang mendalam terhadap dunia keilmuan khususnya tentang kitab kuning. Sejak kelahirannya, Ishom kecil telah mendapat sentuhan barakah dari almarhum almaghfurlah KH. Mahrus Aly dan almarhum almaghfurlah KH. Abdul Majid putra KH. Ma’ruf Kedung Lo.
Ketika proses kelahiran yang mengalami sedikit kesulitan, sang ayah M. Hadzik Mahbub sowan kepada almarhum almaghfurlah KH. Abdul Majid agar berkenan memberikan doa agar proses kelahiran putranya berlangsung lancar. Akhirnya almarhum almaghfurlah KH. Abdul Majid memberikan segelas air putih kepada M. Hadzik Mahbub agar diminumkan kepada istrinya. Setelah itu air segera diminumkan oleh M. Hadzik Mahbub kepada istrinya. Tidak lama kemudian, lahirlah bayi laki-laki dirumah sakit Kediri. Segera almarhum almaghfurlah KH. Mahrus Aly dikabari tentang kelahiran tersebut. Ketika almarhum almaghfurlah KH. Mahrus Aly datang ke rumah sakit dan memberi nama bayi laki-laki tesebut dengan nama Ishomuddin.
Setelah itu, kehidupan Ishom kecil dibawa ke Pondok Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh Hadratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari. Sejak kecil, Ishom telah diperkenalkan kepada kehidupan pesantren yang sarat dengan pendidikan agama. Pada usia yang tergolong anak-anak, Ishom telah menunjukkan ketertarikan kepada ilmu-ilmu agama. Pada usia 7 tahun, setiap bulan ramadhan, Ishom kecil selalu melakukan tarawih dimasjid Pondok Pesantren Tebuireng dan selalu berada dibelakang imam. Tujuannya adalah memilh diantara imam-imam yang terbaik bacaan Al-Qur annya agar dia bisa belajar membaca Al-Qur an kepada imam tersebut. Setelah menemukan imam yang bacaannya cocok dengannya, Ishom kecil segera matur kepada sang ibu bahwa dia ingin mengaji Al-Qur an kepada imam itu.
Diluar bulan ramadhan, Ishom kecil juga shalat maghrib berjamaah dimasjid Pondok Pesantren Tebuireng dan selalu berada dibelakang imam. Pada saat itu, shalat jamaah sering dipimpin oleh almarhum almaghfurlah KH. Muhammad Idris Kamali, menantu Hadratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari. Setiap selesai berdoa’ tak lupa kyai Idris demikian panggilan sehari-hari, selalu meniup kening Ishom kecil sambil diiringi dengan doa barakah.
KH.ISHOMUDDIN HADZIK (GUS ISHOM)

KH.MAHRUS ALY ( Ulama Ahli hadist dan Pejuang )

Pondok Pesantren lirboyo Kediri Jawa Timur
Seorang teman mengajak saya mengunjungi Pondok Pesantren Lirboyo di kediri jawa Timur dan kebetulan disana menggelar acara satu Abab Pesantren Lirboy0. Namun sayang banyak  sekali kerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan. Hati saya ingin sekali menghadiri acara tersebut dan dapat memandang para Ulama-ulama yang datang ke acara tersebut. Saya membayangkan suasana di pesantren Lirboyo yang genap memasuki 100 tahun dan telah mencetak Ratusan Ulama-ulama ternama dan tersebar di pelosok Nusantara , termasuk salah seorang guru saya Almarhum Kh.Ishomuddin ( Gus Ishom ).
Kh.Mahrus Aly

KH SANJA ( Sosok Ulama Ahli Nahwu shorof)

KH SANJA ( Sosok Ulama Ahli Nahwu shorof)

Saya mengenal  nama beliau  ketika saya masih dibangku madrasah Aliyah tahun 1994 diBanten. Seorang kawan pernah mengajak saya untuk ikut pengajian sorogan Kitab Alfiyah ( Gramatika bahasa Arab ) dan menurut cerita teman teman  hanya dalam jangka waktu 2 bulan seorang santri dapat hafal dan menguasai Kitab Alfiyah ibnu malik . Namun sayang saya belum diberi kesempatan untuk menimba ilmu darinya beliau telah menghadap sang khalik.

HABIB JA’FAR BIN SYAIKHON ASSEGAF ( ULAMA PASURUAN AHLI ALQURAN)

HABIB JA’FAR BIN SYAIKHON ASSEGAF ( ULAMA PASURUAN AHLI ALQURAN)

Waktu ta’lim di Jawa Timur saya diajak salah seorang guru saya menghadiri Haul Al alamah KH. Hamid di Pasuruan , Kh. Hamid merupakan murid dari seorang ulama min awliyaillah yang bernama Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaf dari Pasuruan Jawa Timur. Habib ja’far bin syaikhon assegaf terkenal sebagai ulama yang memilki karomah dan memilki penghetahuan yang sangat luas tentang Alquran. Jika beliau sedang membaca alquran maka semua yang mendengarkan akan terkesima dengan bacaannya dan seakan akan hurup hurup yang keluar dari bacaan habib Ja’far berbentuk. Lantunan suaranya yang merdu ketika membacakan alquran membuat yang mendengarkannya tersentuh hatinya. Ini yang dirasakan oleh beberapa Ulama ulama yang pernah sholat berjamaah dengannya. Maka tak heran bila salah seorang  Gurunya Habib Muhammad bin Ahmad  muhdor dari Bondowoso  memberi gelar dengan “Alquran berjalan” .
habib ja'far bin syaikhon

HABIB MUHAMMAD BIN HUSEIN ALIDRUS ( ULAMA SURABAYA BERGELAR HABIB NEON )

HABIB MUHAMMAD BIN HUSEIN ALIDRUS ( ULAMA SURABAYA BERGELAR HABIB NEON )

Habib “NEON” ???? , Saya penasaran kenapa Julukan seorang Ulama termasyhur disurabaya , seorang Ahli Bait min Zurriyati Rosulillah saw digelari dengan “Neon”. Setahu saya Neon itu bahasa Jadul ( jaman dulu) adalah lampu listrik berbentuk tabung yang berisi gas Neon, Apa dulu Ulama tersebut seorang pengusaha lampu listrik Neon?? , berangkat dari penasaran saya coba cari cari sumber Referensi Kenapa Habib Muhammad yang bermarga Al idrus diberi gelar dengan Habib Neon ???
Dan ternyata Ada cerita menarik yang perna saya dengar bahwa suatu hari di Masjid  Surabaya di gelar Majlis ta’lim yang diadakan rutin setelah  ba”da isya , puluhan orang memadati masjid untuk mengikuti dan mendengarkan tausiah dari seorang ulama , tiba tiba listrik padam serentak jamaah berhamburan keluar ruangan masjid karena gelap gulita, nampak dari kejauhan seseorang menghampiri menuju masjid dengan menggunakan Gamis khas Yaman dan dipundaknya terlilit sorban berwarna hijau dan tak lain beliau adalah Habib Muhammad bin Husein Al idrus , tiba tiba saat beliau memasuki masjid ruangan masjid yang semula gelap menjadi terang terlihat pancaran cahaya dari tubuh Habib Muhammad bin husein al idrus, semua jamaah dibuat terperanjat menyaksikan kejadian tersebut. Tubuh Habib Muhammad dapat memancarkan cahaya seperti Neon ( lampu listrik) . Sejak saat itu Habib Muhammad dikenal dan dijuluki sebagai Habib Neon karena tubuhnya dapat memancarkan cahaya.

AL ‘ALAMAH AL HABIB ABDULLOH BIN ALWI AL HADAD (SHOHIBUL RAATIB ALHADAD)

AL ‘ALAMAH AL HABIB ABDULLOH BIN ALWI AL HADAD (SHOHIBUL RAATIB ALHADAD)

rumah kelahiran al habib abdulloh bin alwi al hadad
Raatib Alhahad itulah salah satu Kitab Raatib yang disusun oleh Habib Abdullah bin Alawi bin Muhammad bin Ali Al-Tarimi Al-Haddad . Beliau dilahirkan di Subir kota Tarim Hadhramaut, yaman selatan tanggal 5 Safar tahun 1044 H bersamaan 30 JULI tahun 1634 Masehi. Sejak Kecil Beliau terserang penyakit yang mengakibatkan kehilangan penglihatannya(buta) Namun Alloh SWT telah memberi Nur pengetahuan dalam hatinya karena itu beliau belajar dengan menggunakan mata batinnya dengan para Ulama-ulama di Yaman, Rasa Ta’zhim beliu terhadap gurunya sangat luar biasa hingga beliau mendapat karunia keberkahan yang luar biasa.Beliau pernah berkata “ketika aku masih kecil, aku telah berusaha bersungguh-sungguh untuk beribadat dan melaksanakan berbagai mujahadah yang lainnya, sehingga ditegur oleh nindaku yang solehah bernama Salma binti Said Al-Wali Omar Ba’Alawi, supaya menjaga diriku. Dia sering berkata demikian jika ibadat serta mujahadah yang aku kerjakan terlalu berlebihan . Sebaliknya aku telah banyak meninggalkan mujahadah semenjak memulai perjalanan ini semata-mata menghargai hati kedua ibubapaku yang amat prihatin terhadap keadaanku”.

AL IMAM HABIB ABDULLOH BIN ABUBAKAR ALAYDRUS AKBAR ( SHOHIBUL RAATIB ALAYDRUS)

AL IMAM HABIB ABDULLOH BIN ABUBAKAR ALAYDRUS AKBAR ( SHOHIBUL RAATIB ALAYDRUS)

makam-shahibur-ratib.jpg
Beliau adalah penyusun raatib alaydrus yang sering dibaca dibeberapa majlis ta’lim, marga beliau bergelar Alaydrus yang artinya ketua orang-orang tashauf, lahir di tarim pada tanggal 10 zulhijah tahun 811H ayah beliau bernama habib Abu bakar asyakran ibunya bernama Mariam dari seorang Zuhud bernama Syeck ahmad bin Muhamaad Barusyaid.
Imam Habib Abdulloh bin abubakar alaydrus akbar seorang wali qutub( imamnya para wali) dan seorang ahli sufi .Sejak kecil beliau gemar sekali membaca karya-karya ulama termasyhur seperti kitab Ihya ulumudin karangan Imam Gozhali hingga beliu hampir hapal karena seringnya membacanya. Namun Beliau Ra selalu tawadhu’u beliau selalu duduk diatas tanah dan senantiasa sujud ditanah sebagai rasa bahwa diri nya tidak ada apa-apanya di hadapan Alloh SWt, kerap kali beliau mengangkat sendiri barang-barang keperluannya dan tidak memperkenankan orang lain untuk membantu membawanya. Beliau selalu berjalan ketempat-tempat yang jauh untuk ta’lim kepada seorang ulama jika merasa haus beliu meminum air hujan .Menurut cerita Imam Habib Abdulloh bin Abubakar Alaydrus selalu menjalankan puasa-puasa sunah selama dua tahun dan berbuka hanya dengan 2 butir kurma. Kecuali pada malam-malam tertentu diamana ibunya datang membawakan makanan kepada beliau. Lantas beliau memakannya sebagai penghormatan kepada ibunya. Beliu melakukan puasa tersebut untuk mengekang Hawa nafsunya, karena dari sumber makanan , perut terlalu kenyang bisa menyebabkan orang malas untuk beribadah dan selalu menuruti hawa nafsunya.

KH.NOER ALI TOKOH ULAMA DAN PEJUANG BEKASI

KH.NOER ALI TOKOH ULAMA DAN PEJUANG BEKASI

Singa Bekasi julukan tersebut memang layak di berikan kepada KH Noer Ali, seorang Ulama besar yang terlahir dari keluarga Petani. Semangat Nasionalisme yang membara dalam dadanya mampu mengobarkan semangat Perjuangan  kepada masyarakat untuk melawan penjajah Belanda yang sejak lama menjajah tanah air.
Beliau memimpin lasykar Rakyat Bekasi melawan Belanda, pernah bergabung dan menjadi Komandan Batalyon III Barisan Hizbulloh . Kh Noer Ali namanya sangat dikenal oleh rakyat dan ditakuti Belanda karena keberanian dan jiwa patriotnya.

HABIB MUHAMMAD MUHDHOR ULAMA BONDOWOSO YANG PEDULI TERHADAP UMAT

HABIB MUHAMMAD MUHDHOR ULAMA BONDOWOSO YANG PEDULI TERHADAP UMAT

Ulama Bondowoso kelahiran Hadro maut merupakan sosok ulama karismatik yang menjadi panutan masyarakat serta rujukan ilmu dari para ulama. Putra dari seorang ulama besar lahir di desa Quwairoh Hadro maut  sekitar tahun 1280 H atau 1859 M. Ayah beliau bernama Habib Ahmad bin Muhammad al muhdhar seorang ulama besar di hadro maut. sejak kecil habib Muhammad bin Ahmad Al muhdhor menuntut ilmu dari ayahnya, kecerdasan dan penguasaan materi yang di berikan Ayahnya membuat Ayahnya merasa bangga terhadap putranya. Menginjak Remaja Habib Muhammad Muhdhor belajar kepada seorang Ulama dan Waliyulloh bernama Habib Ahmad bin Hasan Al athos. Gurunya  walaupun buta namun mampu melihat dengan pandangan Batiniyyah yang telah dikaruniakan Alloh SWt.

KH.SOLEH DARAT (GURUNYA ULAMA JAWA )

KH.SOLEH DARAT (GURUNYA ULAMA JAWA )

Nama Kyai Haji Soleh Darat memang tidak setenar Para Ulama di Tanah Air sekaliber KH.Nawawi Albantani dan KH.Hasyim Asyari, namun dibalik kemasturan tersebut KH.Soleh Darat merupakan sosok ulama yang memilki andil besar dalam penyebaran Islam di Pantai Utara jawa Khususnnya di Semarang. Murid yang pernah berguru kepadanya adalah KH.Hasyim Asy’ari Pendiri ponpes Tebuireng dan Pendiri Jamiyyah Nahdlatul Ulama {NU) dan KH.Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyyah.
Mbah kh sholeh darat
Beliau Bernama Muhammad Saleh lahir lahir di Desa Kedung Jumbleng, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada sekitar tahun 1820 , ayah beliu bernama KH.Umar sosok ulama yang teerkenal pada masa Pengeran Diponegoro. Sejak kecil Kh.Saleh Darat mendapat tempaan ilmu dari Ayahnya yang memang seorang Ulama, setelah dirasa cukup lama belajar dengan ayahnya, KH Saleh Darat melakukan pengembaraan keberbagai tempat dalam menimba ilmu hingga akhirnya Beliau berkesempatan belajar di Mekkah, Disana beliau berguru dengan Ulama -ulama besar diantarnya Syaikh Muhammad Almarqi, Syaikh Muhammad Sulaiman Hasballah, Syaikh Sayid Muhammad Zein Dahlan, Syaikh Zahid, Syaikh Umar Assyani, Syaikh Yusuf Almisri serta Syaikh Jamal Mufti Hanafi dan Kh Saleh Darat bertemu dengan santri -santri yang berasal dari Indonesia antara lain KH Nawawi Al bantani dan KH Muhammad Kholil Al Maduri.