Wednesday, October 29, 2014

Bimbingan Tahlil Part 1


Tata cara Sholat Rawatib (Sholat Sunnah Sebelum Sholat Fardu)



Agama Islam- Tata Cara Shalat Sunah
D
I
S
U
S
U
N



Oleh :
Ketua        : Hikmidaariyyati -, 13 ,-
Moderator : Imelda Silvia -, 14 ,-
Sekretaris : Hasti Ramadhani -,11,-
Anggota    : Anggi Budi Pratiwi -,03,-


 Pendahuluan :
   
    Shalat adalah ibadah primer yang tidak dapat ditawar tawar untuk ditinggalkan, dalam kondisi apapun shalat tetap wajib dikerjakan. Sebab shalat merupakan barometer(tolak ukur) bagi ibadah ibadah lainnya.
    Disamping shalat wajib (fardhu) 5 waktu, terdapat sejumlah shalat sunah (nawafil) yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan namun boleh ditinggalkan.

    Shalat sunah bertujuan untuk menambah amal kebajikan, disamping shalat yang sudah diwajibkan! Keistimewaan shalat sunah adalah untuk menambah pahala kita dan menutupi kekurangan J yang terdapat dalam shalat fardhu yang kita lakukan. Salah satu shalat sunah adalah shalat sunah rawatib.

Penerang Hati Habib Nundzir Al Musawwa.. Majelis Rasulullah


Penerang Hati K.H Hasyim Muzadi


Masjid Ajaib di Turen Malang


Tata Cara Sholat Dhuha dan Keutamaanya

SHOLAT DHUHA
Pengertian Shalat Dhuha 
Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman : “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).

Hadits Rasulullah SAW terkait Shalat Dhuha

Tata Cara Sholat Tahajud dan Khasiatnya

Cara Sholat Tahajud - Shalat tahajud merupakan sholat yang dianjurkan. artikel kali ini akan membahas tata cara shalat tahajud beserta bacaan doa tahajud yang benar. juga dijelaskan secara detail dan lengkap mengenai keutamaan shalat tahajud/shalat malam, waktu pelaksanaan shalat tahajud, bacaan niat sholat tahajjud hingga doa sesudah shalat lail. semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan anda sebagai muslim yang taat.

Shalat Tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah mengerjakan shalat Isya sampai terbitnya fajar dan sesudah bangun dari tidur, meskipun itu hanya sebentar.

Hukum Shalat Tahajjud adalah Sunnat Mu’akkad, yaitu sunnat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, karenanya maka Rasul SAW sangat menganjurkan kepada para umatnya untuk senantiasa mengerjakan shalat Tahajjud. Karena dalam shalat Tahajjud terdapat keutamaan dan keistimewaan yang besar sekali.  nah berikut keistimewaan, keutamaan dan faedah shalat tahajud . . .



Tata Cara Sholat Tahajud | Bacaan Doa Tahajud
Beberapa Keutamaan Shalat Tahajud di Dunia :

Penerang Hati.. Gus Mus Di Korea Part 3


Penerang Hati... Gus Mus Di Korea Part 2


Penerang Hati.. Gus MUs Di Korea Part 1


Penerang Qalbu


Tuesday, March 25, 2014

Perniagaan Tuhan dengan Ummatnya

Menonton video di youtube penampilan Emha Ainun Nadjib dengan Kyai Kanjeng-nya yang diadakan oleh Takmir di Masjid Al Azhar Fakultas Hukum UII Yogyakarta pada Maret 2012, bersama Pak Busyro Muqoddas ( mantan ketua KPK ) sungguh menjadi tauziah menarik buat kami.
Judul tema yang cukup berat yaitu ”Membentuk Culture Kenabian dalam Masa Kontemporer”, disajikan dengan ringan dan mengundang riuh gelak tawa hadirin dan tentu saja kami, yang hanya menyaksikan di layar monitor komputer mengisi malming ( malam mingguan ) di rumah.

Mbah Sidiq.. Cerpen Gus Mus

Berita tentang Mbah Sidiq sudah sampai ke daerah kami. Entah siapa yang mula-mula menyebarluaskannya. Yang jelas, kini kebanyakan penduduk-sebagaimana penduduk di beberapa daerah lain-sudah seperti mengenal Mbah Sidiq, meski belum pernah bertemu dengan orang yang dianggap istimewa itu. Memang ada diantara mereka yang mengaku sudah mengenalnya secara pribadi, bahkan mengaku sudah menjadi orang dekatnya. Sering dibawa-bawa pergi keliling. Bila si Mbah datang ke daerah kami, selalu singgah ke rumah mereka. Dari mereka inilah nama Mbah Sidiq “melegenda”, termasuk di daerah kami.

Lukisan Kaligrafi... cerpen Gus MUs

Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis; meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. Seperti kebanyakan bangsanya, Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal. Mungkin karena kecerdasannya, dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. Dia melukis mulai perempuan cantik, pembesar negeri, hingga kaligrafi.

Lebaran tinggal 1 Hari Lagi... Cerpen Gus Mus

Oleh : A. Mustofa Bisri
Saat pamit dua minggu yang lalu, suaminya berjanji akan pulang sebelum lebaran. Kini lebaran sudah tinggal satu hari dan belum ada kabar berita dari suaminya itu. Hatinya jadi gelisah. Sebetulnya suaminya pergi seminggu-dua minggu sudah biasa. Selama ini dia sama sekali tidak pernah merasa gelisah. Tapi ini menjelang lebaran. Selama ini mereka selalu berlebaran bersama. Mungkin juga berita-berita yang selalu didengarnya, turut mempengaruhi batinnya.
Setelah ledakan bom di Bali, tampaknya semua orang bisa saja diciduk aparat. Setiap rumah bisa digeledah polisi. Seperti beberapa orang yang dicurigai polisi itu, dia juga tidak begitu mengetahui kegiatan suaminya di luaran. Selama ini, sebagai orang yang berasal dari desa yang dikawin orang kota, dia merasa tidak pantas bila bertanya macam-macam urusan lelaki. Jika suaminya bilang bisnis, itu sudah cukup baginya; dia tidak pernah kepingin tahu bisnis apa. Tapi sekarang, dia mulai was-was. Jangan-jangan apa yang dibilang suaminya bisnis itu merupakan kegiatan seperti yang dilakukan oleh mereka yang saat ini dicurigai polisi itu. Ah, tapi tidak. Suaminya orangnya lembut dan tidak neko-neko. Tidak mungkin. Tapi kebanyakan yang ditangkap polisi itu sepertinya juga tidak tampak sangar dan neko-neko. Ah.
Sehabis menidurkan anak semata wayangnya, Siti sembahyang Isya’. Tidak seperti biasanya, kali ini doanya panjang sekali. Semua doa yang dihafalnya dibaca semua, bahkan ditambah doa dengan bahasa ibunya. Dia pernah mendengar dari seorang kiai, doa menggunakan bahasa ibu, terasa jauh lebih khusyuk. Ternyata benar. Air matanya sampai berlelehan saat dia meminta keselamatan suaminya.
Dia teringat semua kebaikan suaminya yang selama ini tidak begitu ia perhatikan. Bicaranya yang selalu lembut kepadanya. Jika pulang dari bepergian, jauh atau dekat, selalu tidak lupa membawa oleh-oleh untuk dirinya dan anak mereka. Bila memberi uang, suaminya tidak pakai hitungan. Seringkali, belum sempat dia meminta, suaminya seperti sudah tahu dan langsung memberikan uang yang ia perlukan. Tidak jarang suaminya, jika sedang di rumah, ikut membantunya; tidak hanya momong anak, tapi juga mencuci dan di dapur.
Siti tersenyum sendiri, teringat ketika suaminya berlelelahan air matanya saat membantunya merajang bawang merah. “Ya Allah, lindungilah suamiku! Jauhkanlah dia dari segala mara bahaya!”
Ketika kemudian Siti merebahkan badannya di sisi anaknya yang pulas, dia masih terus berzikir. Tiba-tiba terdengar suara orang menggedor-gedor pintunya. Buru-buru Siti meloncat turun. Sejenak dia merasa lega. Ini pasti suaminya. Alhamdulillah. Namun betapa kagetnya ketika baru saja dia membuka pintu, beberapa orang berhamburan masuk. Semuanya berwajah waspada atau lebih tepatnya angker.
“Kami petugas,” kata salah seorang di antara mereka, “Kami mendapat perintah mencari suami Anda. Anda istri Mat Soleh?”
Siti hanya mengangguk asal mengangguk. Pikirannya tak karuan. Ketika dilihatnya orang-orang itu menyebar ke seluruh ruang rumahnya, yang terpikir oleh Siti hanyalah anaknya yang sedang tidur. “Tolong jangan terlalu berisik!” pintanya, “anak saya baru saja tidur.”
Tapi tak ada gunanya. Dari biliknya, Intan, anaknya yang baru berumur lima tahun itu sudah keluar sambil menangis, memanggil-manggilnya. Siti segera menghambur memeluk buah hatinya itu sambil berusaha menenangkannya. “Bu, takut! Siapa mereka ini, Bu?” tanya si anak masih sesenggukan.
“Syhh, syhh, tidak ada apa-apa, sayang. Bapak-bapak ini petugas yang sedang mencari sesuatu.” Siti asal menjawab. “Bapal-bapak inilah yang sering ibu ceritakan sebagai pelindung-pelindung kita.”
Orang-orang itu mengobrak-abrik seisi rumah. Tak ada satu benda pun yang selamat dari pemeriksaan mereka. Bahkan grobok tempat makanan pun mereka udal-udal, entah mencari apa? Salah seorang di antaranya mencecar Siti dengan pertanyaan-pertanyaan tentang suaminya. Kapan kenal, kapan kawin, bagaimana kelakuannya selama ini; dan kapan terakhir bersama suaminya. Semua pertanyaan dijawab Siti apa adanya. Setelah puas dan tidak mendapatkan apa yang mereka cari, seorang di antara mereka pun memberi isyarat pergi. Namun sebelumnya dia masih sempat mengatakan kepada Siti bahwa mereka akan datang lagi.
Begitu mereka keluar, Siti buru-buru menutup pintunya sambil berdoa semoga mereka tidak berubah pikiran dan balik lagi. Dia kembali menidurkan anaknya dan berbaring di sampingnya dengan pikiran yang kalut. Ternyata apa yang dikhawatirkan benar-benar terjadi. Suaminya dicari polisi. Bagaimana mungkin. Seingatnya, suaminya tidak pernah bohong dan menyembunyikan sesuatu kepadanya. Kalau benar dugaan polisi, pastilah Mat Soleh, suaminya itu, aktor yang luar biasa. Atau dia yang terlalu lugu sebagai istri, sehingga suaminya merahasiakan sesuatu selama ini tanpa sedikit pun dia mengetahuinya. Jadi selama ini suaminya pergi tidak untuk bisnis seperti yang dikesankan kepadanya. Ah, terlalu kau, Kang. Tega benar kau mendustaiku.
Besok paginya, koran-koran memuat berita tentang temuan baru polisi dengan huruf besar di halaman depan. “Polisi Menemukan Tokoh Intelektual Pengeboman Bali”; “Diduga Otak Pengeboman Bali Berinitial MS”; “Polisi Sedang Mencari Mat Soleh, Otak Pengeboman di Bali”. Semua menceritakan pernyataan dari Tim Investigasi yang mengatakan bahwa berdasarkan penyelidikan terhadap para tersangka, telah ditemukan tokoh intelektual pengeboman di Bali yang selama ini dicari-cari. Diceritakan juga bahwa polisi sudah melakukan penggerebekan di rumah tersangka, namun tidak menemukan tersangka yang dicari. Juga dilaporkan bahwa rumah tersangka juga telah digeledah, namun polisi tidak menemukan apa-apa.
Siti tidak bisa membendung tangisnya. Sambil mengelus-elus anaknya, dia terus mengucap doa, “Ya Tuhan, selamatkan suamiku! Selamatkan suamiku!” Tiba-tiba dirasanya ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
“Hei, ada apa ini?” Terdengar suara lirih, “Ada apa dengan suamimu? Ini suamimu telah datang, sayang. Kenapa pintu tidak dikunci? Sengaja menungguku, ya? Lihat. Seperti janjiku, aku datang sebelum lebaran.”
Siti kaget. Dibalikkan tubuhnya dan masya Allah, dilihatnya suaminya tersenyum dengan lembut. Dipagutnya suaminya dan diciuminya kedua pipinya habis-habisan. Meski bingung, suaminya hanya tertawa-tawa saja melihat kelakuan istrinya yang tidak seperti biasanya. Mungkin rindu, pikirnya. Atau mungkin karena merasa bahagia karena dia menepati janji dan mereka bisa berlebaran bersama.
Setelah melepaskan suaminya, Siti tersenyum-senyum sendiri. Juga ketika suaminya bertanya ada apa, Siti tidak menjawab. Hanya terus tersenyum-senyum sendiri. Juga ketika suaminya keluar akan ke kamar mandi, Siti masih tersenyum-senyum sendiri; kali ini sambil mendesiskan syukur, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu! (*)

Kang Kasanun.. Cerpen Gus MUs

Mendengar cerita-cerita tentang tokoh yang akan aku ceritakan ini, baik dari ayah atau kawan-kawannya seangkatan di pesantren, aku diam-diam mengaguminya. Bahkan seringkali aku membayangkannya seperti Superman, Spiderman, atau si Pesulap Mandrake. Wah, seandainya aku berkesempatan bertemu dengannya dan dapat satu ilmu saja, lamunku selalu. Ayah maupun kawan-kawannya selalu menyebutnya dengan Kang Kasanun. Tidak ada yang menyebut namanya saja. Boleh jadi karena faktor keseniorannya atau karena ilmunya.

Bidadari Itu Di bawa Jibril ... Cerpen Gus mUs

Sebelum jilbab populer seperti sekarang ini, Hindun sudah selalu memakai busana muslimah itu. Dia memang seorang muslimah taat dari keluarga taat. Meski mulai SD tidak belajar agama di madrasah, ketaatannya terhadap agama, seperti salat pada waktunya, puasa Senin-Kamis, salat Dhuha, dsb, tidak kalah dengan mereka yang dari kecil belajar agama. Apalagi setelah di perguruan tinggi. Ketika di perguruan tinggi dia justru seperti mendapat kesempatan lebih aktif lagi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.

Mbah Dullah

Berkenaan dengan haul Simbah KH. Abdullah Salam Kajen, rahimahuLlah, aku turunkan kembali tulisanku saat itu. Saat kudengar kepulangan orang hebat ini ke hadirat Ilahi 25 Sya'ban 1422. Mudah-mudahan ada manfaatnya.


MBAH DULLAH

Di Surabaya, dalam perjalanan pulang dari Jember, saya mendapat telpon dari anak saya bahwa Mbah Dullah, KH. Abdullah Salam Kajen, telah pulang ke rahamtuLlah. Innaa liLlahi wainnaa ilaiHi raaji’uun! Dikabarkan juga, berdasarkan wasiat almarhum walmaghfurlah, jenazah beliau akan langsung dikebumikan sore hari itu juga.

Mbok Yem... Cerprn Gus Mus

Oleh: A. Mustofa Bisri

Alhamdulillah, sebelum wukuf di Arafah aku bisa menemukan ibu dan adikku di pondokan mereka di Mekkah. Mereka tinggal di kamar yang sempit bersama 4 pasang suami-istri. Masing-masing menempati kapling semuat dua orang yang hanya diberi sekat kopor-kopor. Di tengah-tengah ada sedikit ruang kosong yang dipenuhi bermacam-macam makanan dan peralatan makan. Ibu memperkenalkan saya kepada kawan-kawan kelompoknya.

Monday, March 24, 2014

Tawasulan ketika Menghadapi Ujian



Bismillahirrahmanirrahim

Saya Ijazahkan
Kepada Saudara yang saya terima dari ayah saya

Amlan ketika menghadapi ujian dan sebelum mengerjakan atau menjawab Tes